Bea CukaiLogistikPeti Kemas

Lonjakan Harga Minyak Dunia Ancam Ketahanan APBN Indonesia

12
×

Lonjakan Harga Minyak Dunia Ancam Ketahanan APBN Indonesia

Share this article
Dampak Harga Minyak ke APBN 2026
Dampak Harga Minyak ke APBN 2026

Lintaskontainer.co.id – Harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren kenaikan sepanjang awal 2026. Brent sempat menyentuh level di atas US$97 per barel, sementara WTI berada di kisaran US$91 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah, sehingga mengancam ketahanan fiskal Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario harga minyak. Meski harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sepanjang 2026, beban subsidi dan kompensasi energi berpotensi membengkak jika harga minyak dunia bertahan di level tinggi.

Lonjakan Harga Minyak Dunia
Lonjakan Harga Minyak Dunia
BACA JUGA

Jakarta Kota Nomor Satu di Dunia, Shanghai-Tokyo Kalah, Simak Penjelasannya

Dampak terhadap APBN 2026

Setiap kenaikan US$1 per barel harga minyak dunia berpotensi menambah belanja negara sekitar Rp10,3 triliun, terutama untuk subsidi energi. Jika harga rata-rata tahunan mencapai US$100 per barel, defisit APBN berisiko melebar hingga 3,6–3,7 persen terhadap PDB jika tidak ada penyesuaian kebijakan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan selisih antara asumsi APBN dan harga aktual bisa menimbulkan tambahan belanja hingga Rp204 triliun, meski diimbangi penerimaan migas yang naik sekitar Rp105 triliun. Secara net, tekanan terhadap defisit APBN masih signifikan.

“Kami telah menghitung skenario hingga harga minyak US$120 per barel. Ruang fiskal masih tersedia, tapi kami tetap waspada,” kata Menteri Keuangan.

BACA JUGA

IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini 13 April 2026

Risiko dan Rekomendasi

Ekonom memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak tidak hanya membebani subsidi, tetapi juga dapat mendorong inflasi melalui kenaikan ongkos transportasi dan harga pangan. Hal ini berpotensi menekan daya beli masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.

Rekomendasi utama adalah mempercepat transisi energi terbarukan, meningkatkan produksi minyak domestik. Serta menjaga disiplin fiskal agar defisit APBN tidak melampaui target yang telah ditetapkan.

Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan siap melakukan penyesuaian kebijakan jika diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Sumber terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/.