Lintaskontainer.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan terkait kenaikan harga LPG 12 kg nonsubsidi yang berlaku mulai April 2026. Bahlil meminta konsumen memahami alasan di balik penyesuaian harga tersebut.
Pesan Bahlil kepada Konsumen
Dalam sebuah acara di Jakarta, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah sangat memahami beban yang dirasakan masyarakat akibat kenaikan harga LPG 12 kg. Namun, ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan karena faktor eksternal yang tidak bisa dihindari.

BACA JUGA
DKI Catat 6,98 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap, Simak Penjelasannya
“Saya tahu ini berat bagi yang biasa pakai gas 12 kg. Tapi harga minyak dunia naik, nilai tukar rupiah juga melemah. Kita tidak bisa selamanya menahan harga,” ujar Bahlil.
Ia juga meminta masyarakat yang mampu untuk beralih menggunakan LPG 3 kg bersubsidi hanya jika benar-benar membutuhkan, agar subsidi pemerintah bisa lebih tepat sasaran.
Alasan Kenaikan Harga LPG 12 Kg
Bahlil menjelaskan bahwa harga LPG nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi harga propana dan butana internasional. Kenaikan ini, menurutnya, sudah menjadi tren global dan sulit dihindari.
“Kami tetap menjaga LPG 3 kg bersubsidi agar harganya stabil. Itu prioritas utama pemerintah,” tambahnya.
BACA JUGA
Lonjakan Harga Minyak Dunia Ancam Ketahanan APBN Indonesia
Imbauan Menteri ESDM
Bahlil mengimbau masyarakat untuk menggunakan gas LPG secara hemat dan memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk mengecek harga resmi di pangkalan terdekat. Ia juga meminta agar tidak terjadi panic buying yang justru dapat memperburuk situasi.
“Mari kita bersama-sama menghemat energi. Ini untuk kebaikan bersama,” pungkas Bahlil.
Apakah Anda merasakan dampak kenaikan harga LPG 12 kg? Bagaimana komentar Anda atas pernyataan Menteri Bahlil?
Sumber terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/











