Bea CukaiJabodetabekLogistik

Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran, Purbaya: Subsidi Tetap Aman

3
×

Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran, Purbaya: Subsidi Tetap Aman

Share this article
Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran
Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran

Lintaskontainer.co.id, Jakarta, 7 Maret 2026 – Konflik bersenjata antara Iran dan koalisi AS-Israel yang memanas sejak akhir Februari 2026 memicu kekhawatiran kenaikan harga BBM di Indonesia. Lonjakan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$ 95 per barel (Brent) membuat masyarakat bertanya-tanya: apakah Pertalite dan Solar bersubsidi akan naik? Menteri ESDM Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara.

Pernyataan Menteri Purbaya

Dalam konferensi pers di Kementerian ESDM sore ini, Purbaya menegaskan:

Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran
Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran
Baca Juga

2 Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Ini Penjelasannya!

“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi. Untuk saat ini, Pertalite (RON 90) dan Solar tetap Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter. Tidak ada rencana kenaikan dalam 1–2 bulan ke depan. Kami masih punya cadangan minyak mentah dan floating storage yang cukup hingga akhir April 2026.”

Namun, ia menambahkan:

“Jika konflik berlarut hingga lebih dari 60 hari dan harga minyak dunia tembus US$ 120 per barel secara berkepanjangan, maka pemerintah akan melakukan evaluasi ulang subsidi. Tapi saat ini, anggaran subsidi BBM masih aman di angka Rp 502 triliun.”

Faktor Penyebab Potensi Kenaikan

Beberapa faktor yang memengaruhi:

  • Selat Hormuz (jalur 20% minyak dunia) masih rawan gangguan, 2 tanker Pertamina tertahan sejak 27 Februari.
  • Harga minyak Brent naik 12% dalam 10 hari terakhir.
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah ke Rp 16.800 per USD.
  • Stok BBM nasional diprediksi aman hingga Mei 2026, tapi impor minyak mentah bisa lebih mahal.
Baca Juga

Cara Top Up Koin TikTok Termurah 2026 – Simak Cara Lengkapnya!

Respons Masyarakat & Pengamat

Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani mengimbau pemerintah menjaga pasokan dan stabilisasi harga. Sementara itu, pengamat energi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Priyono, menyarankan diversifikasi sumber impor minyak ke negara non-Timur Tengah untuk mengurangi risiko.

Masyarakat diimbau tidak panic buying. Pemerintah menjamin distribusi BBM tetap normal di seluruh SPBU.

Hingga saat ini, harga BBM bersubsidi tidak naik. Purbaya menegaskan pemerintah akan berupaya keras menahan dampak perang Iran terhadap harga energi domestik. Namun, jika konflik meluas dan minyak dunia tembus US$ 120, evaluasi subsidi akan dilakukan. Pantau terus pengumuman resmi dari Kementerian ESDM dan Pertamina.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini & Besok – Update Terbaru BMKG