LINTASKONTAINER.CO.ID — PT Pertamina bersama Kementerian Luar Negeri RI mulai melakukan pembahasan intensif untuk membebaskan dua kapal tanker Indonesia yang tertahan di Selat Hormuz. Pembicaraan dilakukan dengan pihak berwenang Iran guna mencari solusi terbaik.
Dua Kapal Tanker Tertahan
Dua kapal tanker milik Pertamina yang sedang mengangkut minyak mentah dilaporkan tertahan di Selat Hormuz sejak beberapa hari lalu akibat ketegangan keamanan di kawasan tersebut. Kapal-kapal ini menjadi bagian dari rute ekspor minyak Indonesia ke pasar internasional.

BACA JUGA
Kasus Andrie Yunus Harus Tuntas, Indonesia Harus Kita Rawat
Koordinasi Pertamina dan Kemenlu
Pertamina dan Kementerian Luar Negeri telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Pembahasan dilakukan melalui jalur diplomatik dengan harapan kedua kapal dapat segera melanjutkan perjalanan dengan aman.
“Kami sedang berkoordinasi secara intensif dengan pihak Iran melalui Kemenlu. Prioritas utama adalah keselamatan awak kapal dan kelancaran pengiriman,” ujar Direktur Utama Pertamina.
Sinyal Positif dari Iran
Sebelumnya, Iran telah memberikan sinyal positif bahwa kapal dari negara non-hostile, termasuk Indonesia, dapat diberikan akses aman melintasi Selat Hormuz. Hal ini menjadi harapan bagi upaya pembebasan kedua kapal tanker tersebut.
BACA JUGA
3 Pemain Calon Pengganti Mohamed Salah di Liverpool, Siapa Saja?
Dampak terhadap Pasokan Energi
Penahanan dua kapal tanker ini sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi domestik. Namun, Pertamina memastikan bahwa pasokan dalam negeri masih aman dan tidak terganggu secara signifikan.
Imbauan Pemerintah
Pemerintah mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Proses diplomatik sedang berjalan dan diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Sumber Terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/.











