LINTASKONTAINER.CO.ID — Menteri Perdagangan RI menyatakan bahwa Indonesia sedang aktif mencari solusi logistik untuk meningkatkan ekspor ke Uni Eropa. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan forum World Trade Organization (WTO) di Jenewa, Swiss.
Fokus pada Hambatan Logistik
Menteri Perdagangan mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama ekspor Indonesia ke Uni Eropa adalah biaya logistik yang masih tinggi serta keterbatasan infrastruktur pelabuhan dan transportasi.

BACA JUGA
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek, Jakarta Siaga Hujan Lebat
“Kami sedang mencari berbagai solusi konkret di forum WTO untuk menekan biaya logistik dan mempermudah akses pasar Eropa,” ujar Mendag.
Upaya Diplomasi Perdagangan
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia aktif berdiskusi dengan negara-negara anggota WTO untuk membahas isu rantai pasok global, efisiensi pelabuhan, dan kerja sama transportasi maritim. Indonesia juga mendorong adanya kesepakatan khusus untuk negara berkembang dalam hal subsidi logistik dan teknologi pelacakan barang.
Target Peningkatan Ekspor
Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan ekspor non-migas ke Uni Eropa tahun ini, terutama produk pertanian, kelapa sawit olahan, tekstil, dan produk manufaktur. Namun, tanpa perbaikan logistik, target tersebut sulit tercapai.
BACA JUGA
Pemerintah Siapkan Relaksasi SPT PPh OP, Mundur ke April 2026, Simak Penjelasannya!
“Logistik adalah kunci. Jika biaya pengiriman bisa ditekan, daya saing produk Indonesia di pasar Eropa akan jauh lebih kuat,” tambah Mendag.
Respons Positif dari Mitra Dagang
Beberapa negara Eropa menyambut baik inisiatif Indonesia. Mereka menyatakan kesiapan untuk membahas kerja sama teknis di bidang logistik dan infrastruktur pelabuhan.
Sumber Terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/











