Lintaskontainer.co.id, Jakarta, 8 Maret 2026 – Sebuah insiden tragis terjadi di Selat Hormuz pada Sabtu pagi (7 Maret 2026) pukul 04:15 waktu setempat. Kapal Tug Boat Musaffah 2 milik perusahaan pelayaran asal Uni Emirat Arab meledak dan terbakar hebat. Kapal tersebut sedang mengawal kapal tanker minyak ketika ledakan terjadi. Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Kejadian
Menurut laporan awal otoritas maritim UEA dan Iran, ledakan berasal dari ruang mesin kapal tug. Api langsung menjalar ke dek dan menyebabkan kapal miring 45 derajat dalam waktu kurang dari 10 menit. Tim SAR gabungan UEA-Iran tiba di lokasi pukul 05:30 waktu setempat dan berhasil mengevakuasi 11 awak kapal. Namun, tiga awak kapal asal Indonesia tidak ditemukan hingga saat ini.

Baca Juga
Potensi Harga BBM Naik Imbas Perang Iran, Purbaya: Subsidi Tetap Aman
Ketiga WNI yang hilang adalah:
- Suparman (42 tahun, Kepala Kamar Mesin)
- Ahmad Fauzi (35 tahun, Mekanik)
- Rudi Santoso (29 tahun, ABK Dek)
Semua kru merupakan karyawan PT Bahari Nusantara Shipping yang bekerja di bawah kontrak dengan perusahaan UEA.
Respons Kemlu RI
Juru Bicara Kemlu RI, Roy Soemirat, dalam konferensi pers pagi ini menyatakan:
“Kami telah mengaktifkan Satgas Perlindungan WNI dan koordinasi dengan KBRI Abu Dhabi serta Kedutaan Besar RI di Teheran. Tim SAR Indonesia akan bergabung dengan operasi pencarian besok pagi. Prioritas utama adalah menemukan ketiga WNI yang hilang.”
Kemlu juga meminta keluarga korban untuk tetap tenang dan menghubungi hotline perlindungan WNI di nomor +62 811-1299-1299.
Baca Juga
Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Simak Ini Profil dan Biodata Lengkapnya!
Dampak & Dugaan Penyebab
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan tinggi di Selat Hormuz akibat konflik Iran-AS-Israel. Dugaan awal penyebab ledakan adalah kebocoran bahan bakar yang terpicu oleh gesekan atau kerusakan mesin. Namun, pihak UEA dan Iran masih menyelidiki kemungkinan sabotase atau serangan drone. Lalu lintas kapal tanker di selat sempit itu sementara dikurangi hingga investigasi selesai.
Stok minyak mentah nasional dipastikan aman karena kedua tanker Pertamina yang sebelumnya tertahan sudah dibebaskan pada 5 Maret lalu. Namun, harga BBM nonsubsidi diprediksi naik 5–8% minggu depan akibat ketidakpastian jalur Hormuz.
Kejadian ledakan Tug Boat Musaffah 2 di Selat Hormuz menelan 3 WNI hilang. Pemerintah RI melalui Kemlu dan TNI terus berkoordinasi dengan otoritas UEA dan Iran untuk operasi SAR. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi hoaks dan mengikuti update resmi dari Kemlu RI. Doa kami untuk ketiga awak kapal yang hilang dan keluarga yang ditinggalkan. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Baca Juga: Chord Gitar Sinarengan – Denny Caknan ft Bella Bonita (Versi Mudah & Lengkap)











