Lintaskontainer.co.id – Tragedi maut di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa malam (4/2/2025) pukul 23.30 WIB menewaskan 8 orang dan melukai 11 lainnya.
Kecelakaan beruntun ini melibatkan enam kendaraan, dipicu oleh sebuah truk tronton pengangkut galon air kemasan yang diduga mengalami rem blong atau gagal fungsi rem.

Baca Juga
Ragnar Oratmangoen: Profil Lengkap dan Agama yang Perlu Diketahui
Menurut kronologi dari kepolisian dan saksi mata, truk bermuatan galon tersebut melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta di ruas Tol Jagorawi. Saat mendekati gerbang tol untuk transaksi pembayaran, sopir truk tidak mampu menghentikan laju kendaraan karena rem tidak berfungsi.
Kombes Pol Eko (Dirlantas Polda Jabar) menyatakan, dugaan awal penyebab utama adalah masalah pada sistem pengereman truk. “Kendaraan tersebut mengalami gagal fungsi rem sehingga menabrak rangkaian kendaraan yang sedang melakukan transaksi,” ujarnya.
Baca Juga
Download Sound TikTok MP3, Simak Cara Mudah Simpan Audio Viral
Pakar otomotif menjelaskan, rem blong pada truk berat sering disebabkan oleh kebocoran minyak rem, aus tromol dan kampas rem. Overheating akibat penggunaan rem berlebih di turunan, atau komponen tidak standar pabrik. Dalam kasus ini, truk diduga kurang perawatan rutin, ditambah muatan berat yang melebihi batas.
Insiden ini menjadi sorotan karena menambah daftar kecelakaan truk di jalan tol akibat kelalaian teknis dan human error. Polisi telah menahan sopir truk untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara KNKT dan pihak terkait terus mendalami faktor penyebab, termasuk overload dan standar keselamatan kendaraan niaga.
Kecelakaan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Pihak berwenang mengimbau pengemudi truk untuk rutin cek rem dan muatan, serta pengguna jalan tol selalu waspada di area gerbang. Jasamarga dan kepolisian juga diperkirakan akan mengevaluasi sistem pengawasan kendaraan berat di tol.
Baca Juga: Persija Jakarta Menang Tipis 1-0 atas Madura United











