Bea CukaiLogistikPeti Kemas

Indonesia Siap Ekspor Beras April 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya!

4
×

Indonesia Siap Ekspor Beras April 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Share this article
Indonesia Siap Ekspor Beras April 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya!
Indonesia Siap Ekspor Beras April 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Lintaskontainer.co.id – Indonesia akan kembali menjadi eksportir beras setelah hampir satu dekade fokus pada swasembada. Kementerian Pertanian (Kementan) resmi mengumumkan rencana ekspor beras tahap pertama sebanyak 500 ribu ton mulai April 2026. Pengumuman ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi di Istana Negara, Senin (13 Januari 2026).

Alasan Indonesia Siap Ekspor Beras

Menurut data Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras nasional per Januari 2026 mencapai surplus sekitar 2,5 juta ton setelah panen raya di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Beberapa faktor utama:

Indonesia Siap Ekspor Beras April 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya!
Indonesia Siap Ekspor Beras April 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya!
Baca Juga

Truk Pasir Tabrak 2 Mobil di Pasuruan: 1 Tewas, 3 Luka – Simak Kronologi Lengkapnya!

  • Produksi beras 2025 mencapai 32,8 juta ton GKG (Gabah Kering Giling), naik 4,2% dari tahun sebelumnya.
  • Program pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa berhasil tambah luas tanam 1,2 juta hektare.
  • Stok Bulog per 10 Januari 2026 sudah 1,8 juta ton, cukup untuk kebutuhan 3–4 bulan ke depan.
  • Harga gabah di tingkat petani stabil di atas Rp 6.000/kg, sehingga ekspor tidak akan mengganggu pasokan domestik.

Rencana Ekspor Tahap Pertama

Kementan menargetkan ekspor 500 ribu ton beras medium dan premium ke beberapa negara tujuan utama:

  • Filipina (200 ribu ton)
  • Papua Nugini (100 ribu ton)
  • Malaysia (80 ribu ton)
  • Timor Leste & negara Pasifik lainnya (120 ribu ton)
Baca Juga

Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Update Indonesia di Posisi Bawah Grup C

Ekspor akan dilakukan melalui Bulog dan perusahaan swasta yang telah memiliki kontrak dengan buyer luar negeri. Harga ekspor rata-rata diperkirakan US$ 480–520 per ton (setara Rp 7.800–8.400/kg).

Target jangka panjang: Indonesia berencana ekspor rutin 1–1,5 juta ton per tahun mulai 2027 jika produksi terus meningkat dan stok nasional aman.

Pengumuman ini menuai respons beragam. Petani dan Gapoktan mendukung karena harga gabah akan terdongkrak. Namun, beberapa ekonom dan aktivis pangan mengkhawatirkan potensi kenaikan harga beras domestik jika ekspor berlebihan. Bapanas menjamin stok domestik tetap aman dengan cadangan minimal 1,5 juta ton.

Indonesia siap kembali ke panggung ekspor beras dunia mulai April 2026 setelah berhasil mencapai surplus produksi signifikan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani dan devisa negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting di pasar beras global. Pantau terus perkembangan realisasi ekspor tahap pertama!

Baca Juga: Emas 24 Karat Berapa Harganya Hari Ini? Simak Penjelasan Lengkap!