Lintaskontainer.co.id, 20 Januari 2025 – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengawali tahun 2026 dengan tekad kuat untuk tekan biaya logistik nasional. Oleh karena itu, perusahaan menetapkan tema “Operational and Service Excellence” sebagai fokus utama.
Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari Roadmap RJPP 2026-2030 yang disusun dalam tiga tahapan pengembangan. Karena itu, IPC TPK berupaya membangun operasi terminal petikemas yang lebih efisien, cepat, dan transparan.

Baca Juga
Pelindo Terminal Petikemas Catat Arus Peti Kemas 2025 Tembus 13,34 Juta TEUs
Strategi Utama: Digitalisasi dan Konsep Hub & Spoke
Selanjutnya, IPC TPK mempercepat program digitalisasi layanan untuk mengatasi bongkar muat lambat. Misalnya, penerapan sistem digital memungkinkan proses lebih cepat, aman, dan akurat, sehingga mengurangi waktu port stay kapal.
Akibatnya, biaya logistik bisa ditekan signifikan. Selain itu, konsep Hub & Spoke dikuatkan untuk meningkatkan konektivitas antar-pelabuhan, memperluas jaringan perdagangan dalam negeri maupun internasional.
Baca Juga
Klasemen Brest vs Real Madrid di Liga Champions: Simak Penjelasan Lengkapnya!
Roadmap Jangka Panjang dan Target Efisiensi
Akhirnya, roadmap ini terbagi menjadi Operational & Service Excellence (2026), Business & Connectivity Enhancement, serta Sustainable Development. Direktur Utama IPC TPK Guna Mulyana menekankan bahwa penguatan operasional menjadi kunci mendukung konektivitas logistik nasional. Oleh karena itu, target efisiensi biaya logistik diharapkan terealisasi melalui kinerja bongkar muat yang lebih optimal.
Tekan biaya logistik melalui fokus perkuat operasional IPC Terminal Petikemas ini jadi angin segar bagi pelaku usaha. Dengan digitalisasi dan strategi tepat, logistik Indonesia semakin kompetitif. Pantau terus perkembangannya di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok!
Baca Juga: Basarnas Temukan 1 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Simak Penjelasan Lengkapnya!











