Bea Cukai

Perang Dagang AS-China Berlanjut, Ekonomi Global Makin Suram

1
×

Perang Dagang AS-China Berlanjut, Ekonomi Global Makin Suram

Share this article
Perang Dagang AS-China Berlanjut, Ekonomi Global Makin Suram
Perang Dagang AS-China Berlanjut, Ekonomi Global Makin Suram

Lintaskontainer.co.id, 5 April 2025 – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas, menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Pada 2 April 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif impor baru sebesar 34% terhadap barang-barang asal China.

Sebagai respons, China memberlakukan tarif serupa sebesar 34% untuk produk-produk AS yang masuk ke negaranya, efektif mulai 10 April 2025.

Baca Juga

Lintaskontainer Permudah Distribusi Logistik Nasional, Ini Keunggulannya!

Perang Dagang AS-China Berlanjut, Ekonomi Global Makin Suram
Perang Dagang AS-China Berlanjut, Ekonomi Global Makin Suram

Pengumuman tarif tersebut memicu gejolak di pasar keuangan global. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 5,5%, sementara S&P 500 turun 6%, mencatat penurunan mingguan terbesar sejak krisis keuangan 2020. Nasdaq Composite bahkan memasuki wilayah pasar bearish setelah merosot 5,8%.

Pemerintah China mengecam langkah AS dan mendesak Washington untuk menghentikan “perang tarif yang tidak adil”. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyoroti penurunan tajam di indeks S&P 500 dan Nasdaq sebagai bukti dampak negatif dari kebijakan AS.

Baca Juga

Pelindo dan Aptrindo Terapkan STID untuk Efisiensi Logistik Pelabuhan

Bank Sentral AS (Federal Reserve) memperingatkan bahwa eskalasi perang dagang ini dapat mengancam stabilitas ekonomi global. Penurunan tajam di pasar saham AS dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian utama.

Indonesia turut merasakan dampak dari ketegangan perdagangan ini. Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, menyatakan bahwa perang dagang AS-China memberikan dampak langsung terhadap industri dalam negeri, memperumit lanskap perdagangan global, dan menuntut kewaspadaan serta strategi adaptasi dari pelaku ekonomi nasional.

Eskalasi terbaru dalam perang dagang antara AS dan China menambah ketidakpastian dalam perekonomian global. Dampaknya dirasakan di berbagai sektor, mulai dari pasar keuangan hingga perdagangan internasional, termasuk di Indonesia. Situasi ini menuntut perhatian dan langkah strategis dari semua pihak untuk menghadapi potensi perlambatan ekonomi yang lebih luas.

NPCT-1 Tanjung Priok Siap Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan dengan Teknologi Modern