LINTASKONTAINER.CO.ID — Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, harus diusut hingga tuntas. Berbagai kalangan menekankan bahwa Indonesia harus dirawat bersama agar tidak ada lagi kekerasan terhadap pembela HAM.
Kasus yang Masih Menjadi Sorotan
Penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang terjadi beberapa waktu lalu masih menjadi perhatian publik. Kasus ini diduga melibatkan oknum dari institusi tertentu, termasuk BAIS TNI, sehingga memicu tuntutan agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan adil.

BACA JUGA
Periode Ramadan-Idulfitri, KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Peliharaan
Harus Tuntas dan Akuntabel
Banyak pihak, termasuk aktivis HAM, akademisi, dan tokoh masyarakat, menuntut agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Mereka menekankan pentingnya proses hukum yang transparan, tanpa intervensi, dan memberikan keadilan bagi korban.
“Kasus Andrie Yunus harus tuntas. Tidak boleh ada impunitas. Ini bukan hanya soal satu orang, tapi tentang masa depan Indonesia yang adil dan beradab,” ujar salah satu aktivis HAM.
BACA JUGA
3 Pemain Calon Pengganti Mohamed Salah di Liverpool, Siapa Saja?
“Indonesia Harus Kita Rawat”
Pesan kuat yang muncul dari berbagai kalangan adalah “Indonesia Harus Kita Rawat”. Artinya, seluruh elemen bangsa pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat sipil, dan media harus bersama-sama menjaga nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum.
Jika kasus kekerasan terhadap aktivis dibiarkan tanpa penyelesaian yang adil, dikhawatirkan akan merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara dan memperlemah sendi-sendi demokrasi.
Langkah yang Sudah Diambil
TNI telah melakukan penyerahan jabatan Kepala BAIS sebagai bentuk pertanggungjawaban. Namun, masyarakat menanti langkah lebih konkret berupa pengungkapan pelaku utama, motif, dan pemberian sanksi tegas sesuai hukum.
Sumber Terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/.











