Jabodetabek

Viral! Wali Kota Sukabumi Disoraki “Huu” Saat Khutbah Idul Fitri, Ini Fakta Lengkapnya!

1
×

Viral! Wali Kota Sukabumi Disoraki “Huu” Saat Khutbah Idul Fitri, Ini Fakta Lengkapnya!

Share this article
Wali Kota Sukabumi Disoraki "Huu"
Wali Kota Sukabumi Disoraki "Huu"

Lintaskontainer.co.id – Momen khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Merdeka, Sukabumi, berubah viral setelah Wali Kota Achmad Fahmi disoraki “Huu” oleh sebagian jamaah, Sabtu (21/3/2026).

Rekaman video yang diunggah @sukabumikita ditonton 2,8 juta kali dalam 24 jam dan memicu perdebatan luas di media sosial.

Wali Kota Sukabumi Disoraki "Huu"
Wali Kota Sukabumi Disoraki “Huu”
Baca Juga

Inara Rusli Izin Minta Maaf ke Ibu, Simak Penjelasannya!

Kronologi Kejadian dan Pemicu Sorakan

Shalat Id dipimpin KH Aceng Abdul Halim dan dihadiri sekitar 15.000–18.000 jamaah. Setelah khutbah pertama, Wali Kota naik mimbar untuk pidato singkat.

Dalam pidato (sekitar 4 menit), Fahmi sampaikan capaian pembangunan dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, DPRD, TNI-Polri, serta masyarakat. Saat menyebut “terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian besar”, sorakan “Huu” terdengar dari belakang lapangan selama 5–7 detik.

Wali kota tetap lanjut pidato hingga selesai. Usai shalat, ia langsung meninggalkan lokasi tanpa komentar.

Klarifikasi Wali Kota dan Pemkot Sukabumi

Melalui rilis Sekda Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menyatakan: “Saya paham ada masyarakat yang mungkin kecewa atau punya pandangan berbeda. Sorakan itu bagian dinamika demokrasi. Saya terbuka terima kritik demi kemajuan kota.”

Pemkot tegaskan acara berjalan kondusif secara keseluruhan, tanpa insiden fisik atau kerusuhan.

Baca Juga

Cara Membuat Saluran di WhatsApp 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Respons Warganet dan Spekulasi

Reaksi netizen beragam: • “Huu karena kecewa sama penataan pasar atau banjir tahunan kali ya?” • “Tidak pantas sorak ‘Huu’ di momen Idul Fitri, kurang ajar!” • “Wali kota tetap tenang, salut!”

Banyak yang menduga sorakan dari kelompok kecil kecewa dengan retribusi pasar baru atau lambatnya penanganan infrastruktur. Namun belum ada konfirmasi resmi dari pelaku sorakan.

Pesan dari Tokoh Agama

KH Aceng Abdul Halim menyayangkan: “Idul Fitri seharusnya penuh kedamaian. Aspirasi bisa disampaikan lewat saluran resmi, bukan dengan sorakan di tempat ibadah.”

Kejadian ini jadi pengingat bahwa isu lokal bisa muncul di momen sakral. Pemkot Sukabumi diharapkan lebih intens dengar aspirasi warga agar tidak terulang di hari raya mendatang.

Video “Wali Kota Sukabumi disoraki Huu” tetap trending di X dan TikTok. Masyarakat menanti apakah akan ada dialog terbuka atau klarifikasi lanjutan dari Pemkot. Sumber Terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/.