Lintaskontainer.co.id, 28 Februari 2026 – Paris Saint-Germain resmi menjadi juara Ligue 1 2025/2026 untuk kesekian kalinya setelah menang 4-0 atas Strasbourg di Parc des Princes malam tadi. Kemenangan ini memastikan gelar ke-13 dalam 15 tahun terakhir, namun suasana di tribun dan media sosial justru dipenuhi kekecewaan dan sindiran tajam dari pendukung sendiri.
Hasil Akhir Ligue 1 2025/2026 (Top 4)
1. Paris Saint-Germain – 26 menang, 4 seri, 4 kalah, 82 poin (sudah juara)
2. AS Monaco – 68 poin
3. Olympique Lyonnais – 62 poin
4. Lille OSC – 59 poin

Baca Juga
Kunci Jawaban TTS Asli Level 1-520 Lengkap: Solusi Stuck Terupdate 2026!
PSG unggul 14 poin dari Monaco dengan 4 laga tersisa. Gol kemenangan malam ini dicetak Kylian Mbappé (brace), Ousmane Dembélé, dan Gonçalo Ramos.
Fans PSG: “Kami Bosan Menang Ligue 1”
Meski meraih gelar domestik lagi, suporter PSG malah ramai mengeluh di media sosial. Tagar #PSGNotFootball dan #SellTheClub sempat trending di Prancis dan global.
Beberapa komentar viral:
- “Juara Ligue 1 itu kayak menang lomba lari di taman kanak-kanak. Kami ingin tantangan, bukan parade juara setiap tahun.”
- “Uang Qatar sudah habis ratusan juta euro, tapi di Liga Champions masih babak 16 besar. Malu.”
- “Mbappé cetak gol, tapi tim main seperti robot. Tidak ada jiwa, tidak ada gairah.”
Respons Pelatih & Pemain
Pelatih Luis Enrique menanggapi kritik dengan diplomatis:
“Kami paham ekspektasi tinggi. Tapi juara domestik adalah fondasi. Sekarang fokus kami adalah Liga Champions dan Piala Prancis. Tim sedang dalam proses membangun identitas baru.”
Baca Juga
Bus Transjakarta Adu Banteng di Jalan Raya, Simak Kronologi Lengkapnya!
Kylian Mbappé, yang kembali dari cedera, hanya berkata singkat:
“Saya main untuk menang. Ligue 1 kami kuasai, sekarang saatnya Eropa.”
Masa Depan PSG: Rebuild atau Terus Boros?
Musim ini PSG kembali gagal di Liga Champions (tersingkir di babak 16 besar oleh Arsenal). Banyak analis menilai skuad saat ini terlalu bergantung pada individualitas dan kurang memiliki visi permainan kolektif.
Pertanyaan besar kini: apakah pemilik Qatar akan tetap membiayai belanja besar-besaran, atau mulai era rebuild dengan fokus pada pemain muda dan identitas tim yang lebih kuat?
Sementara itu, para ultras PSG sudah mengumumkan akan menggelar aksi protes di laga kandang berikutnya. Mereka menuntut “sepak bola yang sejati”, bukan sekadar koleksi trofi domestik.
Liga 1 mungkin sudah aman, tapi di Paris, musim ini terasa seperti kemenangan yang hampa.
Baca Juga: Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan











