Jabodetabek

Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan

1
×

Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan

Share this article
Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan
Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan

Lintaskontainer.co.id, Jakarta, 26 Februari 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian resmi menggarisbawahi pendekatan baru dalam peta jalan kecerdasan buatan nasional: “Digitalisasi dulu, otomatisasi kemudian”.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa sebagian besar sektor industri dan pemerintahan di Indonesia masih berada pada tahap digitalisasi dasar (digitasi dokumen. Proses manual ke sistem, database terintegrasi). Otomatisasi dan AI hanya akan efektif jika fondasi data sudah bersih, terstruktur, dan dapat diakses secara real-time.

Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan
Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan
Baca Juga

Mudik Gratis BUMN Pelindo 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya

“Kalau kita langsung lompat ke AI tanpa membersihkan data dan membangun infrastruktur digital yang kuat. Hasilnya hanya sampah masuk – sampah keluar (garbage in, garbage out). Itulah mengapa kami menekankan digitalisasi sebagai prasyarat utama,” ujar Airlangga.

Empat Pilar Strategi “Digitalisasi Sebelum Otomatisasi”

  1. Pembersihan & Integrasi Data Nasional
    Target 2026–2027: 80% data pemerintahan (KTP, NPWP, BPJS, pendidikan, kesehatan) terintegrasi dalam Satu Data Indonesia (SDI) dengan standar interoperabilitas tinggi.
  2. Peningkatan Literasi Digital & Kesiapan SDM
    Program Kartu Prakerja 2026 dialihkan 40% anggarannya untuk pelatihan AI & data literacy bagi 2,5 juta pekerja sektor prioritas (manufaktur, logistik, pertanian, UMKM).
  3. Infrastruktur Digital Dasar
    Percepatan Palapa Ring Timur, satelit SATRIA-2, dan 5G di kawasan industri. Target akhir 2027: 95% kawasan industri memiliki latensi
  4. Regulasi AI yang Berbasis Data Governance
    RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) sudah disahkan, sementara Perpres AI Nasional sedang disusun dengan fokus pada “data trust framework” sebelum mengatur penggunaan model AI generatif.
Baca Juga

Isu Dugaan Hubungan Davina Karamoy, Simak Fakta Lengkapnya!

Respons Pelaku Industri & Akademisi

Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid menyambut baik pendekatan bertahap ini: “Banyak perusahaan kami yang masih kesulitan mengintegrasikan ERP dan CRM. Kalau langsung dipaksa pakai AI, malah jadi pemborosan.”

Sementara itu, pakar AI dari UI Prof. Hammam Riza menilai strategi ini realistis: “Indonesia belum punya volume data berkualitas tinggi seperti China atau AS. Digitalisasi fondasi adalah langkah paling masuk akal saat ini.”

Target Jangka Pendek & Menengah

  • 2026: 70% instansi pemerintah pusat & daerah terintegrasi Satu Data Indonesia
  • 2027: Minimal 50% UMKM prioritas (ekspor & manufaktur) masuk ekosistem digital terverifikasi
  • 2028: Mulai pilot otomatisasi skala besar di 5 sektor strategis (pertanian presisi, logistik pelabuhan, manufaktur otomotif, kesehatan, dan e-commerce)

Dengan pendekatan ini Indonesia berharap bisa menghindari jebakan “AI washing” dan membangun fondasi yang kokoh sebelum melangkah ke tahap otomatisasi penuh. Publik dan pelaku usaha kini menanti implementasi nyata dari strategi yang disebut-sebut sebagai “jalur selamat” menuju Indonesia AI 2045.

Baca Juga: Jakarta Setop Izin Baru Lapangan Padel, Warga Teriak Ini ke Pramono