Lintaskontainer.co.id – PT Indonesia Port Corporation (IPC) Terminal Petikemas (TPK) terus melakukan peningkatan signifikan pada layanan dan keselamatan kerja di sektor logistik nasional. Selain itu, langkah ini diambil untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi dan efisiensi rantai pasok Indonesia di tahun 2026. Oleh karena itu, berbagai inovasi dan sertifikasi baru diterapkan di sejumlah terminal utama.
Program Peningkatan Layanan Utama
Pertama-tama, IPC TPK meluncurkan sistem digitalisasi terintegrasi bernama **Port Community System (PCS) 2.0** yang kini sudah beroperasi penuh di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan. Sistem ini memungkinkan:

Baca Juga
Cara Download KMSpico, Simak Peringatan Penting & Risiko!
- Proses bongkar muat lebih cepat hingga 25%
- Tracking real-time kontainer via aplikasi mobile
- Integrasi dengan Bea Cukai, Karantina, dan Pelindo
- Pengurangan dwelling time rata-rata menjadi 2,1 hari (dari sebelumnya 3,2 hari)
Selain itu, IPC TPK juga menambah 12 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) elektrik di Terminal 2 Tanjung Priok yang mulai beroperasi penuh Februari 2026. Alat ini lebih ramah lingkungan dan meningkatkan produktivitas hingga 35% dibanding crane diesel lama.
Fokus Keselamatan Kerja (K3) Tingkat Internasional
Kedua, IPC TPK berhasil meraih sertifikasi ISO 45001:2018 (Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di seluruh terminal petikemasnya pada akhir 2025. Sertifikasi ini menjadikan IPC TPK sebagai salah satu operator pelabuhan pertama di Indonesia yang memenuhi standar internasional tertinggi untuk K3.
Baca Juga
Tiket Penyeberangan Merak-Bakauheni Sudah Ludes 18–31 Maret 2026
Langkah konkret lainnya meliputi:
- Pemasangan 1.200 CCTV AI dengan deteksi jatuh dan perilaku berisiko
- Pelatihan rutin 100% karyawan menggunakan VR simulator untuk kerja di ketinggian
- Program Zero Accident 365 hari di Terminal Tanjung Priok (tercapai sejak November 2025)
- Penggunaan APD smart (helm dengan sensor kelelahan & detak jantung)
Akibatnya, angka kecelakaan kerja turun 78% dibandingkan tahun 2024.
Dampak Positif bagi Logistik Nasional
Menurut Direktur Utama IPC TPK, peningkatan layanan dan keselamatan ini diharapkan menurunkan biaya logistik nasional hingga 2–3% pada akhir 2026. Selain itu, waktu bongkar muat kontainer rata-rata turun menjadi 22–24 jam (dari sebelumnya 30–36 jam). Dengan demikian, IPC TPK berkontribusi nyata terhadap daya saing logistik Indonesia di kawasan ASEAN.
Baca Juga: Pelabuhan Merak Siapkan 3 Lokasi Parkir Tambahan Jelang Arus Mudik Lebaran 2026











