Lintaskontainer.co.id, Jakarta, 27 Januari 2026 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui Dirjen Bea Cukai, Askolani, resmi mengumumkan mutasi besar-besaran pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Oleh karena itu, Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, mengganti pejabat di lima pelabuhan utama. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 12/KMK.04/2026 tanggal 27 Januari 2026.

Baca Juga
Keonho Cortis, Simak Profil Lengkap & Biodata!
Lima Pelabuhan yang Terkena Mutasi
Mutasi ini menyasar pelabuhan-pelabuhan dengan volume impor-ekspor tinggi dan rawan penyelundupan. Berikut daftar pejabat baru yang ditunjuk:
- Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta – Kepala Kantor: Ir. Budi Santoso (sebelumnya Kepala KCU Batam)
- Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya – Kepala Kantor: Dra. Rina Wijayanti (eks Kepala KCU Makassar)
- Pelabuhan Belawan, Medan – Kepala Kantor: Drs. Agus Setiawan (dari KCU Batam)
- Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang – Kepala Kantor: Ir. Hendra Pratama (eks KCU Surabaya)
- Pelabuhan Soekarno-Hatta, Cengkareng – Kepala Kantor: Dra. Yulianti Sari (dari KCU Tanjung Priok)
Baca Juga
Banjir Truk Impor China Tak Sesuai Regulasi: Industri Otomotif RI Terancam!
Alasan Mutasi & Dampak
Menurut Askolani, mutasi ini bertujuan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di pelabuhan utama. Selain itu, langkah ini bagian dari reformasi internal untuk meminimalisir praktik korupsi dan penyelundupan barang ilegal. Karena itu, pejabat lama diganti dengan figur berpengalaman di bidang intelijen dan penindakan. Akibatnya, diharapkan kinerja Bea Cukai lebih transparan dan efektif dalam menjaga penerimaan negara.
Keputusan ini langsung mendapat respons positif dari kalangan pengusaha dan masyarakat. Namun, beberapa kalangan meminta evaluasi berkala agar mutasi tidak mengganggu operasional harian. Pantau terus perkembangan di pelabuhan-pelabuhan tersebut. Bagaimana pendapat Anda soal mutasi ini?
Baca Juga: 10.10 0.1 Piso Wifi Pause Time: Simak Penjelasan Lengkap & Cara Mengatur











