Lintaskontainer.co.id, Jakarta, 27 Januari 2026 – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Thomas Djiwandono sebagai Direktur Jenderal Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 12/P Tahun 2026 yang diterbitkan pada 27 Januari 2026.
Oleh karena itu, pasar langsung bereaksi positif. Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat signifikan setelah pengumuman.

Baca Juga
Sinergi Fiskal dan Moneter Menguat, Ekonomi RI Diprediksi Lebih Tangguh
Profil Singkat Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono, putra dari mantan Menteri Keuangan Dorodjatun Djiwandono, memiliki rekam jejak kuat di bidang ekonomi dan keuangan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif BI sejak 2023.
Selain itu, Thomas dikenal sebagai ekonom yang konservatif dan mendukung stabilitas rupiah. Pengalamannya di sektor perbankan dan kebijakan moneter dianggap mampu menjaga kepercayaan investor.
Baca Juga
Noel Singgung OTT “Operasi Tipu-Tipu”, KPK: Fokus Persidangan Saja
Rupiah Menguat Setelah Pengumuman
Pasar valuta asing langsung merespons positif. Pada pukul 16.30 WIB, rupiah menguat 0,8% ke level Rp 15.850 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.980. Selanjutnya, yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun 5 basis poin. Karena itu, analis menilai pengangkatan Thomas memberikan sinyal stabilitas kebijakan moneter ke depan. Akibatnya, indeks saham IHSG juga ditutup menguat 1,2%.
Reaksi Pasar & Ekspektasi
Para ekonom memuji langkah ini sebagai sinyal kuat pemerintah menjaga independensi BI. Namun, beberapa kalangan meminta Thomas segera menyusun strategi menekan inflasi dan menjaga cadangan devisa. Selain itu, penguatan rupiah diharapkan berlanjut jika BI terus menjaga suku bunga acuan stabil. Akhirnya, pengangkatan ini dianggap langkah tepat di tengah ketidakpastian global.











