Risiko Bisnis Kuliner
Created by Lintaskontainer

5 Risiko Bisnis Kuliner yang Wajib Diketahui Calon Pebisnis

Posted on

Salah satu model bisnis yang dikatakan abadi adalah bisnis di bidang kuliner. Bisnis kuliner sendiri pada dasarnya menjual produk makanan atau minuman, dengan pelengkap untuk menunjang produk tersebut. Namun meskipun begitu bisnis di bidang kuliner juga memiliki beberapa risiko.

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai risiko bisnis kuliner.

Apa Itu Bisnis Kuliner

Menjadi salah satu usaha yang bergerak dibidang kebutuhan pokok manusia, usaha kuliner mempunyai produk utama berupa makanan dan minuman. Pada dasarnya usaha ini dijalankan dengan cara menjajakan makanan dan minuman kepada pelanggan atau pasar.

Anda bisa mengelola bisnis ini secara individu maupun kelompok, tergantung manfaat dan potensi yang ada di pasar.

Risisko Bisnis Kuliner

Berikut di bawah ini terdapat beberapa risiko bisnis kuliner yang wajib diketahui para pebisnis.

Preferensi Pelanggan Dinamis

Harus disadari bahwa selera pasar terus berubah dan dipengaruhi oleh banyak variabel. Untuk bertahan hidup, Anda harus menonjolkan satu nilai utama atau kekuatan yang kuat, agar Anda bisa terus bertahan. Pada saat yang sama, Anda harus berhati-hati dalam beradaptasi dengan perubahan, dan transisi strategi dalam menghadapi kondisi pasar harus dijalankan dengan baik.

Pesaingnya Tidak Sedikit

Karena potensinya yang besar, otomatis ada pesaing yang harus Anda hadapi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berbagai strategi dapat dilakukan untuk menyikapi tekanan ini, namun persaingan merupakan risiko dan tantangan yang harus disadari dan disikapi secara bijak.

Kontaminasi dan Mutu Bahan Pangan

Salah satu risiko yang paling umum terjadi pada sektor usaha kuliner adalah kontaminasi bahan pangan dan pengendalian mutu. Dilakukan dengan sangat hati-hati dan standar yang jelas, cara penyimpanan, pengolahan dan penyajian makanan selalu dipastikan dalam kondisi terbaik. Bilamana terjadi kontaminasi atau kerusakan pada bahan pangan maka akan timbul kerugian baik secara materi maupun non materi.

Kondisi Ekonomi Ekstrim

Pandemi yang terjadi beberapa waktu lalu jelas merupakan contoh paling nyata dari perubahan ekstrim yang bisa terjadi. Kondisi perekonomian yang ekstrim ini memaksa adaptasi total yang harus dilakukan dalam waktu singkat, agar usaha dapat tetap berjalan dan tidak bangkrut.  Banyak para pebisnis di bidang kuliner yang harus gulung tikar karena kondisi ini. Bukan tidak mungkin di kemudian hari akan terjadi hal serupa, dalam bentuk yang berbeda.

Kebakaran

Risiko kebakaran harus menjadi perhatian utama para pelaku industri kuliner. Pasalnya, api menjadi kebutuhan utama di dapur. Selain itu, sejumlah bahan baku makanan mudah terbakar, seperti minyak goreng atau etanol yang digunakan untuk sterilisasi.

Bubuk halus dan kering seperti tepung kentang, tepung terigu, dan susu bubuk juga dapat menjadi bahan yang mudah terbakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *