Truk

10 Ton Sampah di TPS Liar Pasar Minggu Diangkut Satu Truk per Hari

2
×

10 Ton Sampah di TPS Liar Pasar Minggu Diangkut Satu Truk per Hari

Share this article
TPS Liar Pasar Minggu
TPS Liar Pasar Minggu

Lintaskontainer.co.id – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih menjadi masalah serius. Setiap hari hanya satu truk sampah yang mengangkut sekitar 10 ton sampah dari lokasi tersebut, padahal volume sampah yang masuk jauh lebih besar.

Volume Sampah vs Kapasitas Angkutan

Menurut pantauan warga setempat, setiap hari TPS liar di Pasar Minggu menerima lebih dari 15–20 ton sampah dari pedagang dan masyarakat sekitar. Namun, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta hanya mengerahkan satu unit truk angkut per hari dengan kapasitas maksimal 10 ton.

TPS Liar Pasar Minggu
TPS Liar Pasar Minggu
BACA JUGA

Hasil Moto3 Amerika Serikat: Guido Pini Juara, Veda Ega Gagal Finis

Akibatnya, sampah sering menumpuk dan menyebar ke badan jalan, menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi sarang lalat dan tikus.

Keluhan Warga dan Pedagang

Warga dan pedagang Pasar Minggu menyatakan keberatan dengan kondisi ini. Mereka mengeluhkan bau menyengat dan genangan air limbah yang sering terjadi saat hujan.

“Setiap hari sampah numpuk, truknya cuma datang sekali. Kalau malam bau banget, susah tidur,” keluh seorang pedagang yang berjualan di sekitar TPS liar.

BACA JUGA

Pertamina Kemenlu Mulai Bahas Pembebasan 2 Tangker dari Hormuz

Respons Dinas LH DKI

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengakui adanya keterbatasan armada angkut. Ia mengatakan pihaknya sedang berupaya menambah frekuensi pengangkutan dan akan melakukan razia terhadap pembuang sampah liar.

“Kami targetkan dalam dua minggu ke depan pengangkutan bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali sehari,” janji Asep.

Masalah TPS liar di Pasar Minggu menjadi contoh klasik ketimpangan antara volume sampah dan kapasitas pengelolaan di Jakarta. Warga berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan ini sebelum menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih serius.

Sumber Terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/