Peti Kemas

Aktivitas Petikemas di Tanjung Perak Naik, Belum Terdampak Isu Selat Hormuz

1
×

Aktivitas Petikemas di Tanjung Perak Naik, Belum Terdampak Isu Selat Hormuz

Share this article
Aktivitas Petikemas di Tanjung Perak Naik
Aktivitas Petikemas di Tanjung Perak Naik

Lintaskontainer.co.id – Aktivitas petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, mengalami peningkatan signifikan di awal April 2026. Meski ada ketegangan di Selat Hormuz, volume barang yang keluar-masuk pelabuhan masih stabil.

Menurut data PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3, volume petikemas di Tanjung Perak pada periode 1–7 April 2026 naik sekitar 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama didorong oleh ekspor komoditas unggulan Jawa Timur seperti gula, tekstil, dan produk pertanian.

Aktivitas Petikemas di Tanjung Perak Naik
Aktivitas Petikemas di Tanjung Perak Naik
BACA JUGA

Asila Maisa Curhat Difitnah Bertahun-tahun, Ramzi dan Istri Terdepan Membela

Belum Terdampak Isu Selat Hormuz

Sampai saat ini, isu ketegangan di Selat Hormuz yang sempat memicu kekhawatiran pelaku usaha belum berdampak signifikan terhadap aktivitas di Tanjung Perak. Hal ini disebabkan karena sebagian besar rute perdagangan Pelabuhan Tanjung Perak lebih banyak mengarah ke kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, bukan melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, Pelindo Regional 3 terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Oleh karena itu, pihak pelabuhan telah menyiapkan skenario cadangan jika terjadi gangguan pada jalur perdagangan internasional.

Faktor Pendorong Kenaikan Volume

Selain kondisi geopolitik yang belum berdampak langsung, kenaikan aktivitas petikemas juga didorong oleh:

  • Meningkatnya permintaan ekspor komoditas pertanian dan manufaktur
  • Perbaikan infrastruktur dan layanan di Terminal Petikemas Surabaya
  • Peningkatan frekuensi kapal dari dan menuju pelabuhan mitra di Asia
BACA JUGA

Fenomena Langit Hujan Meteor Lyrid Bakal Hiasi Malam April 2026, Simak Jadwalnya

Situasi Terkini

Hingga 8 April 2026, operasional Pelabuhan Tanjung Perak berjalan normal dan lancar. Meskipun demikian, Pelindo tetap waspada terhadap kemungkinan dampak lanjutan dari ketegangan di Selat Hormuz, terutama terhadap harga bahan bakar dan biaya pengiriman internasional.

Kesimpulannya, meski situasi geopolitik global memanas, aktivitas petikemas di Tanjung Perak justru menunjukkan tren positif di awal tahun ini. Hal ini menjadi sinyal baik bagi perekonomian Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan.

Sumber Terpercaya: https://lintaskontainer.co.id/.