Lintaskontainer.co.id – Pemerintah resmi memberlakukan larangan operasional truk sumbu tiga ke atas selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini mulai berlaku 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian PUPR, larangan berlaku secara kontinu selama 17 hari. Oleh karena itu, truk sumbu tiga atau lebih, kendaraan gandengan/kereta tempelan, serta angkutan hasil galian, tambang, dan bahan bangunan dilarang melintas di ruas tol dan jalan arteri nasional strategis.

Baca Juga
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ringkus Tiga Pengedar, Puluhan Paket Sabu Disita
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi kepadatan lalu lintas dan kecelakaan pada Lebaran sebelumnya. Selain itu, analisis traffic modeling menunjukkan pembatasan dapat mengurangi kemacetan signifikan. Terlebih lagi, langkah ini mendukung rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap di tol utama. Dengan demikian, keselamatan pemudik menjadi prioritas utama.
Tidak semua truk dilarang. Ada pengecualian bagi:
- Truk pengangkut BBM, BBG, dan bahan bakar lainnya
- Truk sembako, kebutuhan pokok masyarakat, dan pupuk
- Truk obat-obatan, alat kesehatan, serta bantuan bencana
- Truk ternak dan pakan ternak
- Truk pos serta logistik penting lainnya
Baca Juga
Pelindo Perkuat Peran Pelabuhan Jayapura sebagai Gerbang Ekspor Papua
Selanjutnya, kendaraan ini tetap boleh beroperasi dengan persyaratan tertentu agar distribusi kebutuhan esensial tidak terganggu.
Pemerintah mengimbau pemudik mempersiapkan perjalanan lebih awal dan menghindari puncak arus (17–20 Maret). Selain itu, pengusaha logistik diharapkan menyesuaikan jadwal pengiriman sebelum 13 Maret.
Larangan truk sumbu tiga mulai 13 Maret adalah upaya preventif pemerintah untuk mengurai kemacetan mudik. Meskipun membatasi mobilitas barang, pengecualian logistik penting memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Semoga perjalanan mudik tahun ini berkah dan selamat sampai tujuan. Selamat mudik!
Baca Juga: Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan











