Lintaskontainer.co.id – Kejadian dramatis terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada pagi hari Minggu (9 Februari 2026). Sebuah kapal kargo kontainer asal Singapura tiba-tiba miring hingga 25 derajat di dermaga barat. Akibatnya, puluhan peti kemas kontainer berjatuhan ke laut dan dermaga, menciptakan kekacauan besar di salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia.
Kapal bernama MV Ocean Pride tiba di Tanjung Perak sekitar pukul 05.30 WIB dengan muatan lebih dari 3.200 TEUs. Saat proses bongkar muat dimulai, kapal tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Menurut saksi mata, peti kemas di dek atas mulai bergeser karena angin kencang dan muatan yang tidak seimbang. Dalam waktu kurang dari 10 menit, lebih dari 40 peti kemas jatuh ke air dan dermaga.

Baca Juga
Raksasa Peti Kemas PHK 1.000 Karyawan, Simak Fakta Lengkapnya!
Petugas pelabuhan langsung mengevakuasi area. Tidak ada korban jiwa, tetapi 7 pekerja terluka ringan akibat terkena puing dan terjepit peti kemas. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah, termasuk kerusakan infrastruktur dermaga dan hilangnya kontainer yang tenggelam.
Penyebab Utama
Berdasarkan investigasi awal Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Perak, penyebab utama adalah:
- Muatan tidak seimbang – kontainer di sisi kiri kapal lebih berat dibandingkan sisi kanan
- Angin kencang – kecepatan angin mencapai 35 knot saat kejadian
- Kegagalan sistem ballast – pompa air ballast kapal tidak berfungsi optimal
Kapten kapal sudah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Investigasi resmi dilakukan bersama KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan pihak perusahaan pemilik kapal.
Baca Juga
Portal SNPMB: Platform Resmi Seleksi Masuk PTN 2026, Simak Informasi Lengkapnya!
Dampak dan Penanganan
Pelabuhan Tanjung Perak Barat ditutup sementara selama 72 jam untuk proses evakuasi dan pembersihan. Puluhan peti kemas yang tenggelam masih dalam proses pengangkatan menggunakan crane raksasa dan kapal selam. Barang di dalam kontainer yang rusak diperkirakan tidak bisa diselamatkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur membentuk posko darurat. Masyarakat sekitar dermaga diminta menjauh dari area operasi. Kerugian logistik nasional diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah karena terganggunya distribusi barang impor.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran dan penataan muatan yang ketat. KSOP menyatakan akan memperketat pemeriksaan stabilitas kapal di semua pelabuhan Indonesia. Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan penyelidikan terus dilakukan.
Baca Juga: Sosok Ismael Dully: Profil Lengkap Kakak Luna Maya











