Lintaskontainer.co.id, Jayapura, 27 Februari 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mengumumkan program strategis penguatan Pelabuhan Jayapura sebagai gerbang ekspor utama Provinsi Papua dan Papua Barat. Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menyatakan bahwa pelabuhan ini akan dioptimalkan untuk menangani komoditas unggulan seperti nikel olahan, minyak kelapa sawit (CPO), kopi arabika Wamena, kakao pegunungan, vanili, serta produk perikanan dan hortikultura.
Saat ini, sebagian besar ekspor komoditas Papua masih melalui pelabuhan di Sulawesi atau Jawa, menyebabkan biaya logistik melonjak hingga 40% lebih tinggi dibandingkan ekspor langsung. Dengan penguatan Pelabuhan Jayapura, Pelindo menargetkan penurunan biaya logistik hingga 30–40% dan peningkatan daya saing produk Papua di pasar internasional, khususnya China, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Baca Juga
Digitalisasi Sebelum Otomatisasi: Strategi AI Indonesia yang Mulai Diterapkan
Proyek Penguatan Infrastruktur Pelabuhan Jayapura
Pelindo mengalokasikan investasi Rp 2,8 triliun untuk periode 2026–2029. Proyek utama meliputi:
- Pembangunan dermaga multipurpose sepanjang 350 meter (kapasitas 20.000 DWT)
- Perluasan lapangan penumpukan 8 hektar
- Penambahan 4 crane mobile harbor berkapasitas 100 ton
- Cold storage berkapasitas 10.000 ton untuk komoditas segar
- Peningkatan kedalaman kolam menjadi -14 meter LWS
- Digitalisasi terminal operating system dan single window
Seluruh proyek ditargetkan selesai akhir 2028, dengan tahap pertama (dermaga baru + lapangan kontainer) beroperasi penuh pada kuartal IV 2027.
Target Volume Kargo & Ekspor
Pelindo menetapkan target bertahap:
- 2026: 1,8 juta ton (naik 28% dari 2025)
- 2027: 2,4 juta ton
- 2028: 3,2 juta ton
- 2030: 5 juta ton (1,5 juta ton ekspor langsung)
Baca Juga
Mudik Gratis BUMN Pelindo 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyambut positif: “Ini terobosan besar. Produk petani dan nelayan Papua bisa bersaing lebih baik jika ekspor langsung dari Jayapura.”
Ketua KADIN Papua Jack Gouw menambahkan bahwa penurunan biaya logistik akan menarik investor membangun pabrik pengolahan di Papua, menciptakan lapangan kerja dan multiplier effect ekonomi.
Tantangan seperti cuaca ekstrem Teluk Cenderawasih, keterbatasan SDM terampil, dan isu keamanan akan diatasi melalui kerja sama dengan TNI-Polri serta pemerintah daerah. Pelindo berkomitmen menjadikan Pelabuhan Jayapura sebagai pelabuhan kelas dunia di Indonesia timur, mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Papua.
Baca Juga: Isu Dugaan Hubungan Davina Karamoy, Simak Fakta Lengkapnya!











