Lintaskontainer.co.id – Istilah “kalcer” kembali jadi bahan perbincangan hangat di kalangan Gen Z dan milenial sejak awal 2026. Kata plesetan dari “culture” ini kini dipakai secara masif di TikTok, Instagram, dan X untuk menyindir atau memuji sesuatu yang dianggap “berbudaya” atau justru sebaliknya.
“Kalcer” biasanya muncul dalam dua konteks:

Baca Juga
10.10 0.1 Piso Wifi Pause Time: Simak Penjelasan Lengkap & Cara Mengatur
- Positif — memuji sesuatu yang estetik atau berkelas. Contoh: “Konsernya kalcer banget, vibes-nya dapet!”
- Negatif/sarkas — menyindir sikap sok intelek atau pretensius. Contoh: “Ngomongnya kalcer tapi kontennya receh.”
Fenomena ini meledak setelah banyak influencer menggunakan “kalcer” dalam caption atau voice-over. Kata tersebut bahkan masuk daftar “Kata Gaul Paling Viral Januari–Februari 2026” di berbagai platform.
Baca Juga
Klasemen Brest vs Real Madrid di Liga Champions: Simak Penjelasan Lengkapnya!
Linguis muda UI, Rina Pratiwi, menjelaskan bahwa “kalcer” adalah contoh semantic bleaching dan reappropriation dalam bahasa gaul digital. “Kata netral bisa berubah jadi sarkasme hanya karena konteks dan nada yang dipakai Gen Z,” ujarnya.
Netizen sendiri terbagi: sebagian merasa “kalcer” sudah cringe karena terlalu sering dipakai, sebagian lagi semakin kreatif memvariasinya seperti “kalcer level dewa” atau “anti kalcer”.
Apapun pendapatnya, “kalcer” berhasil menjadi penanda bahasa gaul Gen Z di awal 2026. Kalcer atau nggak, kamu juga pakai istilah ini?
Baca Juga: Cara Mengatasi ERR_CACHE_MISS, Simak Penjelasan Lengkapnya!











