Lintaskontainer.co.id, Jakarta, 26 Januari 2026 – Komika senior Noel kembali menjadi sorotan setelah menyebut operasi tangkap tangan (OTT) KPK sebagai “operasi tipu-tipu” dalam podcast yang viral di YouTube dan TikTok pada awal Januari 2026. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk tanggapan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Apa yang Dikatakan Noel?
Dalam episode podcast “Noel & Friends” yang diunggah 7 Januari 2026, Noel menyatakan: “OTT itu sering cuma operasi tipu-tipu. Tangkap orang, sorot kamera, tapi ujung-ujungnya banyak yang lolos atau ringan hukumannya. Publik cuma lihat drama, bukan keadilan.”

Baca Juga
Jakarta Siaga 1 Hujan Malam Hari, Banjir Sudah Kepung Lokasi Ini
Kutipan tersebut langsung viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial, dengan tagar #OperasiTipuTipu sempat trending di Twitter/X selama 12 jam.
Tanggapan Resmi KPK
Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan tanggapan singkat melalui konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (9 Januari 2026) sore. Ia menyatakan:
“Kami menghormati kebebasan berpendapat. Namun, KPK fokus pada persidangan dan pembuktian di pengadilan, bukan pada opini publik atau konten media. Mari kita serahkan pada proses hukum yang sedang berjalan.”
KPK juga menegaskan bahwa setiap OTT dilengkapi alat bukti yang kuat dan telah melalui tahap penyelidikan serta penyidikan sesuai prosedur.
Baca Juga
Keonho Cortis, Simak Profil Lengkap & Biodata!
Reaksi Publik & Pakar
Netizen terbelah. Sebagian mendukung Noel karena merasa OTT sering jadi “teater politik”, sementara yang lain menilai pernyataan tersebut merendahkan kerja keras pemberantasan korupsi.
Pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan: “Kritik terhadap OTT boleh, tapi harus berbasis data. Kalau hanya sindiran tanpa bukti, malah bisa melemahkan kepercayaan publik pada institusi antikorupsi.”
Pernyataan Noel tentang OTT “operasi tipu-tipu” kembali memicu debat panas tentang efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia. KPK memilih fokus pada proses hukum daripada menanggapi pernyataan publik. Masyarakat menanti kelanjutan kasus-kasus besar yang sedang ditangani KPK.
Baca Juga: Truk Seruduk Minibus di Bandung Barat, Begini Kronologisnya











