Lintaskontainer.co.id, Jakarta, 30 Januari 2026 – Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi semakin meluas sejak Kamis malam (9 Januari 2026). Hingga Jumat sore (10 Januari 2026) pukul 17.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat 49 desa di 9 kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 2,5 meter.
49 Desa dan 6.805 Jiwa Terdampak
BPBD Bekasi melaporkan total 6.805 jiwa terdampak dan terpaksa mengungsi ke posko-posko pengungsian sementara. Kecamatan yang paling parah terdampak meliputi:

Baca Juga
Truk Seruduk Minibus di Bandung Barat, Begini Kronologisnya
- Tambun Selatan – 12 desa terendam, ketinggian rata-rata 1,2–2 meter
- Tambun Utara – 9 desa, luapan Kali Bekasi
- Babelan – 8 desa, genangan luas akibat rob dan hujan
- Cikarang Barat – 7 desa, banjir rob sungai Cakung
- Muaragembong – 6 desa, banjir rob pasang air laut
Ratusan rumah warga terendam hingga atap, ratusan hektare sawah dan lahan pertanian ikut terendam. Beberapa akses jalan utama seperti Jalan Raya Tambun–Cibitung dan Jalan Raya Babelan–Muara Gembong putus total.
Penyebab dan Upaya Penanganan
Curah hujan ekstrem selama 48 jam terakhir ditambah rob pasang air laut dan luapan Kali Bekasi serta Sungai Cakung menjadi pemicu utama. BPBD Bekasi bersama TNI, Polri, Basarnas, Tagana, dan relawan telah mendirikan 28 posko pengungsian dan mendistribusikan logistik darurat berupa makanan, air bersih, selimut, dan obat-obatan.
Baca Juga
Keonho Cortis, Simak Profil Lengkap & Biodata!
Bupati Bekasi Dani Ramdan menyatakan: “Kami prioritaskan evakuasi warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Tim terus bekerja 24 jam untuk penyedotan air dan pencarian korban hilang.”
Hingga Jumat malam, belum ada laporan korban jiwa. Namun, BPBD masih mencatat 4 warga hilang di Kecamatan Muaragembong dan Babelan. Petugas gabungan menggunakan perahu karet untuk evakuasi dan distribusi bantuan. Hujan masih berpotensi turun malam ini, sehingga warga diminta tetap waspada.
Banjir di Bekasi kembali menelan korban dan mengungsi ribuan warga. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan segera mempercepat normalisasi sungai dan pembangunan tanggul permanen agar kejadian serupa tidak terulang di musim hujan mendatang.
Baca Juga: Wilayah Terdampak Banjir Jakarta Bertambah: 80 RT dan 23 Ruas Jalan Tergenang











