Pelabuhan

BPN Keluarkan Sertifikat HPL untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Masuk Tahap Konstruksi

2
×

BPN Keluarkan Sertifikat HPL untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Masuk Tahap Konstruksi

Share this article
BPN Keluarkan Sertifikat HPL untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Masuk Tahap Konstruksi
BPN Keluarkan Sertifikat HPL untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Masuk Tahap Konstruksi

Lintaskontainer.co.id, Palembang, 31 Agustus 2025 – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan resmi mengeluarkan Sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 59,95 hektare untuk pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin.

Oleh karena itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menerima dokumen ini dari Kepala Kantor Wilayah BPN Sumsel, Asnawati, pada Rabu (27/8/2025) dalam Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2025. Langkah ini tandai kemajuan signifikan proyek strategis nasional yang lama tertunda.

BPN Keluarkan Sertifikat HPL untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Masuk Tahap Konstruksi
BPN Keluarkan Sertifikat HPL untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, Masuk Tahap Konstruksi
Baca Juga

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Salat Gaib, Doakan Driver Ojol Affan Kurniawan

Herman Deru tekankan legalitas lahan jadi syarat utama untuk lanjut ke tahap konstruksi. Akibatnya, proyek ini bukan lagi wacana, melainkan siap digarap fisik. “Dengan sertifikat ini, kita dapat melangkah ke tahap konstruksi. Pelabuhan Tanjung Carat akan perkuat konektivitas logistik Sumsel dan turunkan biaya distribusi barang,” ujarnya.

Meskipun demikian, proyek ini alami hambatan panjang sejak 2018, termasuk pelepasan kawasan hutan lindung seluas 60 hektare. Kini, dengan HPL terbit, pembangunan gunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa APBN, libatkan investor swasta seperti PT Samudera Pasai Indonesia dan PT Pertamina.

Baca Juga

Daftar Rute TransJakarta yang Dialihkan Karena Ada Demo Buruh di DPR

Penyerahan HPL bertepatan dengan Rakor GTRA bertema pembangunan berkelanjutan dan kemandirian daerah. Hadir Plt. Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN RI, Sekda Sumsel, dan OPD terkait. Proyek ini proyeksikan buka peluang investasi di industri, transportasi, dan jasa, ciptakan lapangan kerja, serta tingkatkan perekonomian masyarakat.

Pelabuhan Tanjung Carat jadi solusi ganti Pelabuhan Boom Baru yang terbatas kedalaman sungai. Dengan kedalaman 14-16 meter, kapal besar bertonase 60.000-100.000 ton bisa sandar langsung. Pemerintah pastikan proyek selesai target agar manfaat segera dirasakan masyarakat Sumsel.

Baca Juga : Jembatan Layang di Jakarta Jadi Pusat Demo